Kamis, 12 Desember 2019

Diklat Guru TI BLC Hari ke-4 (DHCP dan Routing Static)


 DHCP (dinamic host config protocol )
merupakan sebuah service atau layanan untuk memberikan alamat IP secara otomatis kepada client, sehingga tidak perlu mengisi IP lagi secara manual. terdapat beberapa proses jika kita membuat konfigurasi DHCP antara lain : 
Dhcp discover merupakan tahap saat server membroadcast ip yang bisa digunakan. 
Dhcp over merupakan tahap dimana client akan memilih ip
Dhcp reques tahap saat permintaan ip oleh client
Ack tahap saat permintaan ip yang akan dpakai disetujui oleh server. 
pada saat konfigurasi dhcp gagal maka client akan menerima ip yang tidak satu jaringan dengan ip dhcp atau sering disebut  auto privat ip address (APIPA). 
istilah lain dalam konfigurasi dhcp antara lain 
Dhcp relai agent :mendistribusikan ip yang sudah berbeda jaringan atau DHCP Server dan DHCP Client berada saling berjauhan.
Dhcp list : jika client habis masa berlaku ip dhcp (sebaikknya di buat kecil agar tidak menumpuk dan yang kosong bisa digunakan oleh user yang lain)
Dhcp exclude : ip yang tidak akan diberian ke client (batasan yang tidak akan diberikan e client) karena biasanya untuk kontroler atau gatway. Maka sisanya akan diberikan ke klient

Contoh konfigurasi : 

Router(config)# service dhcp
Router(config)# ip dhcp pool NET-POOL
Router(dhcp-config)# network 192.168.10.0 255.255.255.0
Router(dhcp-config)# default-router 192.168.10.1
Router(dhcp-config)# dns-server 8.8.8.8
Router(dhcp-config)# exit
Router(config)# ip dhcp excluded-address 192.168.10.1 192.168.10.3

Static Routing 

routing merupakan jalur yang dibuat untuk mengubungkan 2 network yang berbeda dengan memilih jalur yang terbaik. Jenis protokol routing ada IGP (interior gateway protocol) EGP (exterior gateway protocol). IGP ada 2 jenis yaitu static route dan dinamic route. Pada dinamic route akan secara otomatis mempelajarai dengan ketetentuan yang kita masukkan. 
dalam routing terdapat 2 hal penting yaitu data plan dan control plan. Data plan : hanya digunakan untuk forwading (misal router) control plan : mengolah data dan mengarahkanyang terbaik. Packet switching memiliki 3 hal . yang pertama adalah switching : akan selalu diproses . 
Fastswitching : ketika ada trafik lewat hanya menggunakan cpu sekali saja (chace) dan ditaruh di run, dan jika ada data rate lagi akan menuju ketempat yang sama akan dilewatkan chace. 
Cef (cisco express forwarding) : akan memforward data masuk ke dalam data plan sehingga tidak perlu dilewatkan ke cpu. 
Administrasi distace : menentukan jalur terbaik di routing. Jika ada 2 roting berbeda maka akan memilih jalur terbaik berdasarkan administratir distance. Pemilihan jalur terbaik ada 3 cara administrasi distance, subneting, long prefix : semakin spesifik destinance akan semakin dipilih. Matrix : mengkakulasikan berdasar routing protokol yang kita buat. Dan biasanaya digunakn oelh dinamic route. Biasanya menggunakan mode RIP dimana destination paling pendek yang akan di proses. Ospf akan mengkalkulasi bandwitdh terbesar 

Routing Static adalah metode routing yang berfungsi untuk menghubungkan jaringan yang berbeda segmen/network secara manual.
contoh konfigurasi static routing adalah sebagai berikut 
Klik pada Router0, klik pada CLI, lalu konfigurasi seperti berikut ini :
Continue with configuration dialog? [yes/no]: no
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface se0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config-if)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

Selanjutnya konfigurasi pada Router1, klik pada Router1 dan pilih CLI, berikut konfigurasinya :

Continue with configuration dialog? [yes/no]: no

Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface se0/0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit

Sekarang tinggal konfigurasi Routing Static.
Klik Pada Router0, pilih CLI, berikut konfigurasinya :
Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.1.2
Keterangan:
  • Warna biru : Perintah untuk Routing Static.
  • Warna merah : IP Network yang ada pada Router1.
  • Warna hijau : Netmask IP Network yang bersangkutan.
  • Warna pink : IP Address dari Router1 untuk jalur dari Router0 ke Router1 
Selanjutnya di Router1 lakukan hal yang sama namun ip sesuai dengan ketentuan 


Kesimpulan :
Layanan yg menggunakan clientnya memiliki mobilitas tinggi sebaiknya menggunakan protokol DHCP, sedangkan yang cenderung tetap dengan statis route

Refleksi :
Membangun jaringan harus paham dengan landasan dasar agar bisa menunjukkan arah yang tepat pada tujuan yang akan dicapai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar