Senin, 09 Desember 2019

DIKLAT GURU IT BLC TELKOM KLATEN


Hari ini merupakan hari pertama pelaksanaan diklat bagi guru IT di BLC telkom Klaten. kegiatan yang merupakan kerjasama antara Dunia Usaha/Industri dan dunia pendidikan dalam mempersiapkan tamatan SMK. Adapun paparan pada diklat guru IT di hari pertama ini antara lain : 

A. Pendahuluan 
keperihatinan yang muncul saat ini di dunia pendidikan banyak hal yang tidak sinkron dengan realita. SMK yang bertujuan memdidik anak untuk mampu bersaing di dunia industru atau mengembangkan wirausaha sendiri hanya dibekali dengan sedikit pengetahuan tentang perkembangan industri. Dampak dari hal tersebut menjadikan tamatan tidak memiliki sikap dan kemampuan yang sesuai dengan tuntutan dunia Industri. 
Revolusi industri 4.0 yang memiliki tuntutan bahwa setiap individu harus multitasking agar mampu bersaing di dunia kerja. Tamatan SMK bukan hanya kompeten dalam bidangnya tapi juga memiliki kepribadian dan karakter yang tertanam dalam diri tamatan tersebut. 
Guru (pendidik) memiliki peran dalam mendampingi dan membimbing peserta didik  untuk mencapai tujuan tersebut. Kompetensi guru wajib ditingkatkan agar mampu mendampingi peserta didik dalam mengembangkan potensi diri, serta memberikan bekal yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha/dunia industri. 


B. Tujuan 

Kegiatan Diklat Guru IT di BLC telkom Klaten ini memiliki tujuan membekali guru dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan kesiapan guru dalam menjalankan pendidikan vokasi 2020. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mempersiapkan tamatan SMK agar sesuai dengan tuntutan dunia usaha. 


C. Uraian kegiatan 

Hari pertama kegaitan ini dimulai dari pukul 08.00. Setiap Peserta melakukan regristrasi dan dilanjutkan dengan pengantar yang disampaiakan oleh Bp. Ulil dan Bp Muh Alim. dalam pengantarnya dikemukakan tentang kegitan yang akan dijalani dalam 6 hari ini. Secara garis besar agenda akan terbai 2 yaitu 3 hari mengenai CISCO bersama Rifki Fajar Rudin, dan 3 hari mengenai Fiber Optik bersama M Zaid Al Fatih. 
Pada sesi kedua hari pertama pelatihan diisi dengan sharing oleh 2 tokoh yang berasal dari dunia pendidikan dan dunia industri. Bapak Aris dari Routelink merupakan wakil dari dunia industri. Sebagai seorang yang secara langsung terjun dalam industri jaringan pak aris mengungkapkan bahwa tamatan SMK selain memiliki skill yang mumpuni (kompeten), juga harus memiliki sertifikasi yang menunjukkan secara sah pengakuan dunia industri terhadap kompetensi tersebut. hal ini yang mendorong agar tamatan SMK mampu bersaing baik secara regional maupun internasional. Selain itu ternyata saat ini kebutuhan akan tenaga teknis untuk jaringan masih sangat besar, untuk mencukupi kebutuhan lokal saja baru tercukupi 30%. Tokoh kedua adalah Bapak Eko dari smk.net yang juga seorang pendidik mengungkapkan bahwa kedepannya ada 3 hal kemampuan lusan SMK TKJ yang dibutuhkan industri yaitu fiber optik, cisco dan mikrotik. pak eko juga menyampaikan masih adanya kesenjangan antara kurikulum yang saat ini ada disekolah dengan kebutuhan dunia industri. Beberpa tips dalam mengimplementasikan kebutuhan industri ke dalam kurikulum sekolah juga ditambahkan oleh pak eko. 
Pada sesi ketiga dan keempat kegiatan di BLC diisi langsung oleh Bp. Suwandono atau lebih akrab dikenal dengan mbah Suro Demit.  Pada sesi ini pembahasan cukup kompleks mulai hal teknis bahkan sampai kebijakan. Salah satu hal yang ingin dicapai dalam pendidikan di BLC adalah "memanusiakan manusi" sehingga yang dikembangkan bukan hanya segi kemampuan (kompetensi) tapi juga dari segi sikap. Mbah Suro juga mengungkapkan tentang 3 hal pokok dalam pelaksanaan sekolah vokasi yaitu hardware, software dan brainware. Ketiganya saling menunjang, karena tidak hanya hardware dan software  saja yang perlu di upgrade tetapi juga brainware-nya juga harus ada peningkatan. Mbah suro juga mengungkapkan bagaimana pola penanaman sikap dan keterampilan yang dilakukan saat anak magang di BLC. Komitmen dan semangat anak menjadi titik awal dalam pengembangan diri anak terhadap apa yang ingin diraih.

D. Kesimpulan 
 Kegiatan di hari pertama memberikan gambaran tentang tantangan sekaligus peluang bagi lulusan TKJ. Guru bukan hanya menjadi pengajar tetapi pendidik yang harus siap mendampingi siswa dalam mengembangkan kompetensi dan kepribadian dalam menghadapi tantangan industri di abad ini. 

E. Refleksi 
Pendidik harus mau belajar dan mengembangkan diri serta mulat sariro hangroso wani (mawas diri).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar